by

Turnamen Catur Harus Dibawah Naungan Organisasi Percasi

-Olahraga-601 Views

GORONTALO. Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Gorontalo menanggapi terkait fenomena atau maraknya frekuensi putaran, turnamen dan pertandingan catur yang diinsiasi oleh organisasi pemerhati klub komunitas catur diluar institusi Percasi.

Safrin Saifi menjelaskan bahwa pada prinsipnya, kami sebagai pengurus Percasi Provinsi Gorontalo menyambut baik dengan adanya insiatif para pemerhati catur yg luar biasa seperti ini.

Lanjut Safrin, Bagi kami pengurus Percasi, hal seperti ini sangat membantu dalam percepatan program, utamanya memasyarakatkan olahraga catur di Gorontalo.

“Dari beberapa turnamen yang dilaksanakan diluar institusi Percasi, hal yang terjadi yakni betapa banyaknya partai permainan yqng tidak fair play dan tidak mendidik bahkan indisipliner. Misalnya, draw terjadi diluar papan, kemenangan yang didapatkan tanpa bertarung dipapan, poin yg mudah didapatkan”, ungkap Safrin

“Hal ini harus menjadi perhatian kita semua baik atlit, pantia bahkan utamanya bagi wasit yg memimpin, kami berharap jangan hanya hendak gelar turnamen, tapi hal yang akan pertontonkan adalah permainan berkualitas dan fair play. dan untuk kepanitiaan jangan hanya menggugurkan tanggung jawab menyelesaikan turnamen, akan tetapi harus memikirkan apakah turnamen ini memiliki outputnya? karena kita memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan regenerasi atlet catur Gorontalo”, jelas Ketua Percasi Provinsi Gorontalo.

“Yang berikutnya, diharapkan kepada panitia pelaksana yang akan melakukan turnamen catur diluar institusi Percasi Gorontalo sebisa mungkin dikoordinasikan atau dikomunikasin dengan kami sebagai pengurus Percasi Provinsi Gorontalo atau pengurus Percasi Kabupaten/kota. Hal yang harus kita jaga bersama adalah ketika ada pelaksana turnamen catur yang mengatasnamakan pemerhati atau group catur yang diduga hanya mencari keuntungan pribadi sering menimbulkan berbagai macam polemik yang berdampak terhadap atlet, maka terakhir publik akan menilai bahwa kegiatan yang tidak dikoordinasikan dengan Percasi akan berdampak buruk terhadap Atlet ataupun wasit yang memimpin pertandingan”, tegas Ketua Percasi Provinsi Gorontalo

“Begitu juga terkait wasit yang memimpin pertandingan, sebisa mungkin dipimpin oleh wasit yang memiliki sertifikasi, jika wasitnya tidak memiliki sertifikasi, maka syaratnya adalah orang yang mengetahui tatacara mengoperasikan dan yang paling penting yakni harus berintegritas. Selain itu, kesejahteraan wasit juga harus diperhatikan, karena dari wasit kita berharap agar dia menunjukkan integritasnya, biar turnamen itupun memiliki kualitas”, imbuh Safrin

Olehnya, atas nama Pengurus Percasi Provinsi Gorontalo mengharapkan kepada seluruh pemerhati catur Gorontalo, dalam membuat suatu kegiatan harus direncanakan lebih awal dan dikoordinasikan dengan pengurus Percasi Provinsi dan kabupaten/kota, agar kegiatan yang dilaksanakan tidak sia-sia akan tetapi mempunyai output yang jelas.

“Manfaatnya, ketika dikoordinasikan dengan institusi Percasi, maka setiap turnamen yang dilaksanakan oleh pemerhati catur, akan kami orientasikan misalnya Persiapan Menuju Kejurnas Percasi 2023, Pra Pon 2023, dan Pon 2024, selain itu juga bisa kita orientasikan pada pembinaan atlet catur junior”, tandasnya.